Skip to main content

NUBUATAN MESIANIK

NUBUATAN MESIANIK DALAM KITAB YESAYA

PENDAHULUAN

Sebagaimana menurut keyakinan Kristen bahwa Yesus Kristus adalah Allah salah satu pribadi dalam ketritunggalan, maka itu cukup mayakinkan kita bahwa Dia telah ada sejak kekekalan. Itu artinya Ia telah berkarya sejak sebelum dunia dijadikan. Pernyataan ini sejak dulu telah menimbulkan problem dari antara orang-orang Yahudi ketika Kristus berkata,”Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). Para pendengarNya dengan segera mengerti bahwa Kristus sedang mengeluarkan tuntutan bahwa diriNya adalah kekal dan oleh karena itu menyatakan diriNya sebagai Allah. Namun tidak bagi kita sekarang sebagai orang-orang yang telah dimenangkan oleh Kristus. Dengan keyakinan yang teguh kita harus percaya bahwa Dia memang benar-benar Allah yang telah ada sejak dulu, sekarang dan tetap sampai selamanya.
Eksistensi Yesus Kristus kita dapat temukan dalam kitab Injil, sejak kelahiranNya, pelayananNya, kematianNya, hingga kenaikanNya ke Sorga. Namun mengenai itu semua sesungguhnya telah dinubuatkan oleh nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu semua pembicaraan menuju pada pribadi Kristus. Salah satu nabi yang menubuatkan tentang Kristus adalah nabi Yesaya. Dalam tulisannya (kitab Yesaya), ia banyak berbicara tentang kedatangan sang Juruselamat.


BAB II
Mesias Yang Diurapi
Nama Yesus adalah ungkapan dalam bahasa Yunani, yang berasal dari bahasa Ibrani “Yoshua” (Yos. 1:1) atau “Yeshua” (Ezr. 2:2). Kata tersebut berasal dari akar kata Yasha yang berarti menyelamatkan. Sedangkan nama Kristus berasal dari bahasa Yunani Kristos yang menunjuk kepada  “Mesias” yang berasal dari bahasa Ibrani Mashach yang memiliki arti yang diurapi. Jadi Yesus Kristus adalah pribadi yang sejak kekekalan masa lampau telah dipilih dan diurapi Allah untuk menyelamatkan manusia berdosa (Mat. 1:21).

Mesias Dalam Nubuatan Perjanjian Lama
Dari kitab Kejadian sampai Maleakhi penuh dengan pengharapan akan datangnya Mesias Israel. Berbagai nubuat mengenai kelahiran, kehidupan, kematian hingga kebangkitan Mesias digenapi dalam Perjanjian Baru. Nubuat-nubuat yang laim berbicara tentang kemuliaanNya yang akan datang. Studi tentang nubuat mengenai Mesias dalam theologia masa kini terlalu banyak memberikan perhatian  pada Perjanjian Baru saja. Selama abad je 19, Gereja Kristen diberkati oleh banyak tulisan mengenai nubuatan Perjanjian Lama tentang Mesias, tetapi di adab ke 20 ini sampai beberapa tahun terakhir, literatur tentang nubuat Mesias - di luar lingkungan akademis - sangan sedikit. Ketika Yesus yang bangkit bercakap-cakap dengan dua orang murid di jalan ke Emaus, Lukas menyatakan bahwa Kristus “menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh kitab suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.” (Luk. 24:27). Percakapan ini mengungkapkan bahwa kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus adalah tema utama dari nubuatan Perjanjian Lama.
Luasnya nubuatan tentang Kristus sebelum Ia lahir penting sekali karena tidak ada orang lain di dunia ini yang pernah dinubuatkan secara demikian. Juga karena tidak ada orang lain yang diterangkan sebelumnya mempunyai kuasa dan sifat-sifat Allah seperti Kristus. Nubuat itu sendiri sudah merupakan sebuah mujizat dan memberikan kesaksian mengenai seorang yang luar biasa yang tuntutan-tuntutanNya mengharuskan kita menyembah dan menaati Dia.
Mesias Dalam Nubuatan Yesaya
Dari sekian banyak kitab yang menuliskan tentang nubuat akan kedatangan sang Mesias, Yesaya adala salah satu di antaranya. Dan memang nubuatan-nubuatan yang cukup terkenal tentang Mesias adalah dari kitab nabi Yesaya. Sebab memang kitab Yesaya menyampaikan nubuatannya secara lengkap, mulai dari kelahirang hingga kebangkitan Mesias. Secara runtut kita akan melihat nubuatan Yesaya tentang Mesias dan penggenapannya dalam Perjanjian Baru.
1.      Kelahiran Mesias
Kelahiran Mesias dengan jelas dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Yesaya menubuatkan bahwa kelahiran sang Mesias akan merupakan suatu tanda:
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”(Yes. 7:14).
Di sini, baik aspek dari inkarnasi itu, ketika Ia dalam kandungan, kelahiran bahkan aspek keilahianNya dengan terang-terangan dinyatakan, “Imannuel” yang artinya Allah menyertai kita. Nubuatan ini akhirnya digenapi di Perjanjian Baru dan ditulis oleh Matius.
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.”(Mat. 1:23).
2.      Pelayanan Mesias
Sebelum Kristus lahir ke dunia, Allah telah menentukan Yohanes pembabtis sebagai pendahulu untuk menyerukan pertobatan sebagai persiapan kedatangan kerajaan Allah. Peristiwa ini juga telah dinubuatkan dalam kitab nabi Yesaya (Yes. 40:3), dan telah digenapi dalam Mat 3:3; Yoh 1:23.
·         Yes 61:1 Ú Luk 4:18-21
Ayat ini berkata bahwa Mesias akan diurapi oleh Roh Kudus dalam pelayanan, memampukan Dia memberitakan Injil kepada orang miskin, membebaskan mereka yang berada dalam perbudakan rohani dan memberikan penglihatan kepada mereka yang buta. Kristus diurapi oleh Roh Kudus dalam pelayanan, memampukan Dia memberitakan Injil kepada orang miskin, membebaskan mereka yang berada dalam perbudakan rohani dan memberikan penglihatan kepada mereka yang buta (Luk 4:18-21).
·         Yes 35:5-6 dan Yes 61:1-2 Ú Mat 11:5-6.
Berbicara tentang Mesias yang memberikan penglihatan bagi yang buta, menyembuhkan ang lumpuh, mentahirkan yang sakit kusta, membangkitkan orang mati, memberikan kabar baik pada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati. Dikombinasikan dengan tanggapan Yesus pada pertanyaan Yohanes, mengindikasikan tentang pelayanan Kristus di dunia untuk memberikan penglihatan pada yang buta, menyembuhkan yang lumpuh, mentahirkan yang kusta, membangkitkan yang mati, memberitakan kabar baik pada yang miskin merupakan penggenapan nubuat Yesaya yang tertulis dalam Mat 11:5-6.
·         Yes 42:2-4 Ú Mat 12:19-21.
Menjabarkan Mesias sebagai yang tidak sama dengan orang Farisi. Ia tidak suka bertengkar atau tidak berbelas kasihan, Ia baik dan penuh belas kasih, Ia tidak akan menghancurkan yang lemah dan lunglai, Ia akan menghibur mereka. Oleh karena itu banyak orang non Yahudi yang akan percaya pada Dia. Ini cocok dengan penggambaran Kristus  dalam Mat 12:19-21.
·         Yes 29:13 Ú Mat 15:8-9.
Mengatakan bahwa bangsa itu akan taat kepada Mesias hanya di bibir saja, bukan ketaatan yang sejati. Ini terjadi seperti yang diungkapkan dalam Mat 15:8-9.

3.      Penderitaan – Kematian Mesias
Kitab Yesaya menubuatkan tentang Mesias secara kompleks. Tidak hanya kelahiran dan pelayananNya, tetapi juga menjelaskan bagaimana Mesias menderita bahkan sampai mati di calvari karena kasihNya kepada manusia.


·         Yes 53:4 Ú Mat 8:17
Menjabarkan bahwa sang Mesias akan menanggung penyakit orang-orang. Matius menyatakan bahwa hal itu digenapi dalam pelayanan Kristus di dunia pada waktu Ia menyembuhkan mereka yang sakit (Mat 8:17).
·         Yes. 53:5 Ú Yoh 19:1,18
Menubuatkan penyesahan dan kematian Kristus karena kekejaman yang diharus ia tanggung sebagai ganti dosa kita supaya kita disembuhkan oleh bilur-bilurnya. Telah digenapi dan tertulis dalam Yoh 19:1,18
·         Yes. 53:7 Ú Mat. 27:12,14; Yoh 1:29
Menubuatkan Mesias seperti seekor domba yang diam, tanpa sedikitpun pemberontakan dan taat menuju kematian. “Dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian”. Kristus, anak domba Allah, tetap bungkam selama penderitaannya (Mat. 27:12,14). Mesias sebagai anak domba Allah disaksikan oleh Yohanes, seperti yang tercatat dalam Yoh 1:29.
·         Yes 52:14 Ú Yoh 19:1
Menjabarkan muka Kristus yang tidak dikenali lagi sebagai akibat sesahan yang sangat anarkis dari tentara Romawi.. Yoh 19:1 menceritakan tentang penderitaan Yesus ini dengan jelas. Mel Gibsom merilis sebuah film berjudul “The Passion of Christ” yang menggambarkan betapa sadisnya aniaya yang dialami Mesias.
·         Yes. 53:9 Ú Mat. 27:38
Orang-orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat” (Yes. 53:9). Yesus disalib bersama penjahat (Mat. 27:38), tetapi dikubur di pekuburan orang-orang kaya.

Comments

  1. Kedatangan hamba Allah
    "" "" "" "" "" "" "" "" "" "
    'Atmak' belum tentu berarti 'yang ku junjung' tapi itu sebenarnya nama

    penulisan Atmak adalah אתמך
    penulisan Ahmad adalah אחמד

    Dalam Yesaya 42:1, Allah berkata
    "Lihatlah, 'Hambaku' (diucapkan sebagai Abd-ee), 'yang Ku junjung' (diucapkan sebagai Atmak);

    Allah menubuatkan tentang kedatangan hamba-Nya
    Lihatlah Hambaku Ahmad (Yesaya 42:1) - dan begitu siapa Ahmad ini? disebut hamba Allah?

    Dia tidak lain adalah
    Abd-Allah Ahmad (Hamba Allah, Ahmad) - Nabi Muhammad saw

    ReplyDelete
  2. Kedatangan hamba Allah
    "" "" "" "" "" "" "" "" "" "
    'Atmak' belum tentu berarti 'yang ku junjung' tapi itu sebenarnya nama

    penulisan Atmak adalah אתמך
    penulisan Ahmad adalah אחמד

    Dalam Yesaya 42:1, Allah berkata
    "Lihatlah, 'Hambaku' (diucapkan sebagai Abd-ee), 'yang Ku junjung' (diucapkan sebagai Atmak);

    Allah menubuatkan tentang kedatangan hamba-Nya
    Lihatlah Hambaku Ahmad (Yesaya 42:1) - dan begitu siapa Ahmad ini? disebut hamba Allah?

    Dia tidak lain adalah
    Abd-Allah Ahmad (Hamba Allah, Ahmad) - Nabi Muhammad saw
    ===============================================================
    Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan sebelum memutuskan kepada siapakah istilah atmak ditujukan.

    Yang pertama adalah dalam penulisan Ibrani, begitu banyak nama-nama yang hampir mirip, dan nama-nama ini membutuhkan ketelitian yang lebih teliti misalnya nama Yeshua dengan Yesyua dan Yoshua. Untuk membedakannya, maka dibutuhkanlah yang disebut dengan Ahli kitab dimana mereka Ahli atau pakar di bidangnya.

    yang kedua adalah bentuk penulisan. Perlu diketahui bahwa bentuk huruf arab berbeda dengan bentuk huruf Ibrani namun arah penulisan sama yaitu dari kanan ke kiri.
    Dalam bahasa Arab أحمد, Ahmad dalam tulisan Asli Arab
    Dalam bahasa Ibrani אתמך, Atmak
    Sedangkan tulisan lainnya yang serupa dengan Akhmad adalah אחמד

    Yang ketiga adalah kalau memang itu menunjukkan kepada Muhammad SAW, tentulah nubuatan itu ditulis dalam bahasa Arab dan bukan dalam bahasa Ibrani

    yang ke empat adalah Muhammad SAW bukanlah keturunan yang berasal dari Israel/yaqub tetapi berasal dari garis keturunan Ismael yang ibunya adalah perempuan budak.

    Untuk memastikan kebenaran tulisan ini, maka perlu juga kita pertimbangkan bahwa penulis Septuaginta berjumlah 40 orang dalam waktu 20 tahun menyalinnya.
    Saya kira waktu yang sangat lama ini memberikan data yang akurat dan butuh keseriusan dalam menulis

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pencobaan Adam vs Pencobaan Yesus

BAB I PENDAHULUAN Dewasa ini keragu-raguan akan ke-Allahan Yesus Kristus semakin mencuat, baik dari kalangan Kristen maupun non- Kristen. Mereka mengemukakan argumen-argumennya untuk membantah bahwa Yesus adalah Allah. Salah satu kasus yang menjadi pembahasannya adalah ketika Yesus dicobai. Beberapa orang berpendapat bahwa ketika Yesus dicobai di padang gurun oleh iblis, Ia berpotensi untuk berdosa. Mereka menyamakan posisiNya dengan Adam pada waktu di taman Eden. Tetapi kedua hal ini sebenarnya jelas sangat kontras dimana keadaan Adam pada waktu itu adalah dapat berdosa dan dapat tidak berdosa, sedangkan Yesus sama sekali tidak dapat berdosa (bukan tidak mau). Dalam kehidupan sebagai pengikut Kristus, tentu kita diperhadapkan dengan berbagai macam pencobaan dalam berbagai bentuk dan tingkat kesulitan yang berbeda. Sebab seperti Firman Tuhan sendiri berkata bahwa ketika kita memutuskan percaya dan menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka itu artinya kita telah siap unt...