Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2012

FIDEISME

Fideisme adalah ajaran teologi yang selaras dengan pandangan yang menyatakan bahwa iman tidak membutuhkan pembenaran rasional; sesungguhnya iman, dalam bidang agama, adalah wasit bagi akal pikiran dan dalih-dalihnya. Fideisme adalah kebalikan dari rasionalisme. Fideisme (dari kata Latin ‘:fides”, iman) secara harfiah berarti "iman-isme" adalah sikap membatasi diri pada iman akan wahyu Allah, dan sekaligus menganggap bahwa penggunaan nalar manusia tidak perlu. Fideisme adalah teori epistemologis yang mempertahankan bahwa iman tidak tergantung pada alasan, atau bahwa akal dan iman yang bermusuhan satu sama lain dan iman adalah unggul di tiba di kebenaran tertentu. Fideisme dapat berwujud iman sederhana seseorang yang merasa cukup dengan mengikuti pedoman agamanya, tak perduli kepada segala macam pikiran, kritik, keresahan intelektual atau paham-paham baru yang diramaikan. la dapat juga berwujud pandangan dunia yang secara prinsipiil menolak segala pertimbangan nalar ...

PANDANGAN TERHADAP PENDERITAAN AYUB

A.     Pandangan Allah Allah sendiri tidak menyebabkan penderitaan Ayub, Ia mengijinkannya. Agak aneh bahwa dalam menjawab Ayub, Allah tidak menyinggung masalah penderitaannya. Yang penting adalah respon Ayub, bukan sebabnya Ayub menderita. Ayub bukan menderita karena dosanya, tetapi janganlah Ayub berdosa dalam penderitaannya. Penderitaan adalah panggilan untuk tetap percaya dan berserah meskipun kita tidak mengerti. Allah adalah adil, berdaulat, dan setia apapun yang terjadi. Banyak orang beranggapan bahwa Allah sependapat dengan iblis dan telah terjadi kesepakatan diantara keduanya. Tetapi tidak demikian nyatanya; Meskipun Allah mengizinkan I blis untuk mencobai Ayub, bukan berarti Allah sependapat dengan I blis. Iblis begitu giat mencari-cari kesalahan yang bersifat sinis dan menghancurkan. Iblis mencetuskan bahwa Ayub setia kepada Allah karena kemakmuran yang ia terima. Itulah sebabnya Allah ingin menunjukkan kepada I blis bahwa tidak ada seorangpun yang seper...

Pemimpin Yang Berhasil

ezra.blogspot Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil. Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompokharuslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang b...

Belajar Bahasa Yunani

I. TENSE A. Tense or aspect involves the relationship of the verbs to completed action or incomplete action. This is often called “perfective” and “imperfective.” 1. Perfective tenses focus on the occurrence of an action. No further information is given except that something happened! Its start, continuation or culmination is not addressed. 2. Imperfective tenses focus on the continuing process of an action. It can be described in terms of linear action, durative action, progressive action, etc. B. Tenses can be categorized by how the author sees the action as progressing 1. It occurred = AORIST 2. It occurred and the results abide = PERFECT 3. It was occurring in the past and the results were abiding, but not now = PLUPERFECT 4. It is occurring = PRESENT 5. It was occurring = IMPERFECT 6. It will occur = FUTURE A concrete example of how these tenses help in interpretation would be the term “save.” It was used in several different tenses to show both its process and c...