LEBIH DARI PEMENANG
Setelah saya membaca buku “Lebih dari Pemenang”, ada banyak Firman Tuhan yang saya tarik sebagai pelajaran berharga untuk menjalani hidup. Semua pengalaman-pengalaman hidup, baik hidup dalam dukacita maupun dalam sukacita, semuanya berhubungan dengan iman kita kepada Allah yang kita percaya. Untuk menjadi orang yang lebih dari pemenang, kita harus dipenuhi oleh Roh Kudus dan Kasih Allah untuk mengerti rencanaNya. Ketika kita perhadapkan pada godaan untuk berbuat jahat, tetapi kita berhasil menggunakan dengan baik kehendak bebas (freewill) yang diberikan Tuhan pada kita. Bukankah itu hal yang sulit dilakukan dunia? Tetapi jika kita bisa, maka kita layak disebut sebagai orang yang lebih dari pemenang.
Tentu semua orang mendambakan keberhasilan dalam hidupnya. Tidak satupun jalan menuju keberhasilan selain dari pada Allah, baik keberhasilan jasmani terlebih rohani. Ada orang yang tidak percaya namun berhasil, sesungguhnya keberhasilannya adalah keberhasilan tanpa kemuliaan. Sebab itu berharaplah hanya pada Allah saja, jangan pernah mengandalkan kekuatan manusia. Sebab bila kita melakukan semua yang Allah perintahkan, yakinlah bahwa Ia selalu ada di sisi kita yang akan mendukung kita..
Segala sesuatu yang Tuhan lakukan dalam hidup kita adalah baik adanya. Tetapi ketika menghadapi masa-masa sulit, ada orang-orang mengecam bahwa itu merupakan bentuk ketidakadilanNya. Bagaimana mungkin manusia mengerti pikiran Allah. Sebagai ciptaan tugas kita hanyalah tunduk kepada pencipta, dan senantiasa menghitung kebaikan Tuhan (sekalipun kebaikanNya tidak terhitung), tetapi maksudnya ialah supaya kita sekalian tidak melupakan kebaikanNya yang senantiasa melepaskan kita dari tekanan-tekanan, memberi kemampuan menghadapi dunia yang semakin bengkok.
Firman Tuhan dalam buku ini sangat memberkati saya, sebab keyakinan saya akan keselamatan semakin diteguhkan. Lewat karya Kristus saya yang adalah orang berdosa dituntun kepada kebenaran agar berkenan di hadapanNya. Hal ini tentu menjadi motivasi bagi saya untuk tetap tekun dalam pengikutan kepada Kristus, sekalipun banyak masalah-masalah yang menghimpit tetapi saya diajarkan untuk selalu mengandalkan “DUIT” dalam manghadapi masalah-masalah itu.
Saya percaya bahwa Allah merancang penderitaan dalam hidup orang percaya memang, supaya tidak seorangpun memegahkan diri dan sekaligus menguji kemurnian iman kita kepada Dia. Sehingga nyata benar-banar bahwa kita tidak main-main dalam mengikuti Tuhan. Jika kita mampu bertahan disitulah Allah menyatakan rancangan damai sejahteraNya dan kita akan melihat rahasia hidup yang berkemenangan dan Allah sendiri yang akan memampukan kita untuk melakukan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang yang lebih dari pemenang. Itu berarti kita telah dipersiapkan dengan matang untuk menyambut kedatangan Kristus kali yang terakhir. Dan kita semua akan diangkat bersama dengan Dia dalam kemuliaanNya yang ajaib. AMIN.
Comments
Post a Comment